Saturday, January 21, 2012

Peluang Bisnis Modal Kecil: Budidaya Gurami Lahan Sempit

Budidaya Gurami Makin Prospektif

Seiring dengan menjamurnya pusat-pusat kuliner di kota-kota besar, permintaan terhadap pasokan ikan gurami kian meningkat. Itulah sebabnya budidaya gurami kini banyak dilirik oleh para petani modern. Selain pasarnya sangat prospektif, harganya cukup menggiurkan, juga karena ada pilihan-pilihan fase yang sama-sama memberi keuntungan yang menggiurkan. Baik fase peneluran, pembibitan, pendederan, pembesaran, maupun perdagangannya.

"Kebutuhan gurami di Yogya saat ini 4 ton per malam. Hampir 75% masih didatangkan dari Tulung Agung. Uang yang berputar sekitar 100 juta perhari. Begitu juga di pembibitan, pasokannya kurang terus. Kita masih mengandalkan dari Purwokerto, sebab Yogya baru bisa menghasilkan bibit sendiri sekitar 50% saja. Jadi, ceruk pasar dari bisnis gurami sangat besar," ujar Among Kurnia Ebo, Direktur PerMina (Perhimpunan Masyarakat Perikanan Nusantara) di PusdikLat PerMina Jalan Gurami Raya No 2 Jambidan, Banguntapan BantuL Yogyakarta.

Fenomena ini menujukkan bahwa gurami adalah potensi bisnis yang luar biasa di tengah banyaknya orang kebingungan hendak berinvestasi di bidang apa. Sebagai bagian dari matarantai bisnis kuliner, gurami menjadi lahan bisnis yang sangat menarik dan prospektif untuk diterjuni.

Oleh karenanya, untuk menangkap peluang tersebut PerMina akan menggelar Diklat Budidaya Gurami Teknik Guba di Lahan Sempit Berbasis Probiotik pada Minggu 24 Oktober 2010 di Kampung Gurami Jambidan, Bantul. Dengan pembicara Budi Suyoto (pembudidaya gurami dan tokoh perikanan Bantul), Usman Wiwied (pelaku trading gurami antar pulau), Among Kurnia EBo (konsultan Teknik Guba) dan Gosis Siswanto (pemasar dan pengembang gurami Albino).
Sumber :http://kampungwirausaha.com/peluang-bisnis-modal-kecil-budidaya-gurami-lahan-sempit.html

No comments:

Post a Comment

Post a Comment